Sebuah Buku Pemetaan

Posted by Danu Pujiachiri on February 19, 2010

Saat mengadakan kegiatan Workshop Pemetaan di Yogyakarta, kami banyak dibantu oleh banyak pihak. Baik tempat, bantuan tenaga, kendaraan hingga barang. Ya, kegiatan tersebut memang kerjasama antara NGI dan komunitas pembaca. Saling bantu guna terwujudnya acara, NGI memfasilitasi.

Salah satu kebutuhan saat itu adalah hadiah untuk dibagikan saat diskusi. Akhirnya, saya ingat seseorang yang baru saja menerbitkan buku “Cincin Merah di Barat Sonne”, I Made Andi Arsana. Seorang dosen di UGM yang sedang mengenyam pendidikan di negara tetangga, Australia. Buku ini pun, bercerita mengenai kehidupan Mas Andi di sana, terutama saat melakukan penelitan sebulan penuh mengarungi samudera.

Saya telah mengenal Mas Andi sekitar 5 tahun, namun belum pernah sekali pun bertemu langsung. Agak sungkan, saya hubungi Mas Andi lewat chat, maka hadirlah sepuluh buku di meja kantor dua hari kemudian. Dan butuh waktu seminggu untuk saya menyelesaikan membacanya. Bukan karena tebalnya buku namun lebih pada buku ini memang harus dinikmati. Bukan hanya buku mengenai pemetaan, namun lebih pada “memoar geospasial” — mengutip ungkapan sang pengarang.

Membaca buku ini seperti membangkitkan gairah kita untuk belajar, keinginan untuk mencari ilmu pengetahuan. Dibawakan dengan gaya bercerita blog yang disisipi nilai-nilai yang, menurut saya, perlu dimiliki seorang peneliti. Rasa ingin tau yang menggelora.

Banyak bagian yang menyentuh dan mungkin kita kerap merasakannya juga, dan hebatnya Mas Andi dapat mengungkapkannya. Bagian paling menarik untuk saya adalah “lentera jiwa”. Bagian yang bercerita bagaiamana seorang insan yang dibenturkan pada pilihan untuk mementingkan bekerja sebagai teknisi atau akademisi. Yang tentu saja, di Indonesia, akan jauh berbeda dalam jumlah penghasilan. Begitu memikat hingga hampir saja halte tempat saya turun terlewat, saat membacanya di Trans Jakarta.

Memang, buku ini tidak sepenuhnya tentang pemetaan, alasan mengapa saya pilih menjadi hadiah di workshop tersebut, namun pilihan saya tidak salah. Hanya sedikit ilmu mengenai pemetaan di dalamnya, dan mungkin untuk orang yang bergerak di pemetaan pernah mempelajarinya. Namun, ajakan untuk terus mengenal dunia lah yang penting dalam buku ini. Bukankah buku yang baik adalah buku yang menggerakan?

Jarang sekali buku mengenai informasi keruangan dan pemetaan karya ilmuan Indonesia, yang tidak bersifat how to. Terakhir kali saya membaca buku jenis itu adalah “Merintis Geomatika di Indonesia” karya Pak Jacub Rais. Ya, mungkin saya yang kurang mencari dan update.  Semoga ke depannya, makin banyak buku mengenai geospasial karya penulis lokal.

Terima kasih untuk Mas Andi.. :)

Posted in Uncategorized | 10 Comments »

Catatan Workshop Pemetaan di Yogyakarta

Posted by Danu Pujiachiri on February 8, 2010

Tepat seminggu lalu, NGI menggelar workshop pemetaan. Diawali dengan menggumpulkan POI (point of interest) bareng di sekitaran kompleks Candi Borobudur pada hari Sabtu (30/1), dan ditutup dengan ngobrol ringan pemetaan di Jogja Expo Center (JEC) keesokan harinya (31/1).

Kegiatan hari pertama, memang dibuat khusus untuk para peserta forum dan pembaca NGI. Sekitar 30-an orang dipilih oleh panitia lokal, para dedengkot forum NGI regional Jogja. Ditemani Pak Helmi Murwanto, Pak Sutarto dan Pak Sutanto, para ahli geologi dari UPN Veteran Yogyakarta, kami menelusuri tinggalan danau purba Borobudur sejak pagi hari. Dimulai dari tempuran (pertemuan) Kali Elo dan Kali Progo, empat tim dipencar guna mengumpulkan POI menuju Balai Konservasi Peninggalan Borobudur (BKPB). Disana kami disambut oleh Pak Yudi Suhartono dari BKPB, dan dipuaskan dengan penjelasan mengenai Borobudur sebagai sebuah kawasan. Tak sampai situ, perjalanan dilanjutkan menuju puncak Candi Borobudur. Saat sore menjelang, rombongan pun meninggalkan Jawa Tengah menuju Jogja.

Esok harinya, workshop berlanjut di JEC dengan tema “Menyampaikan Informasi Secara Visual Melalui Peta dan Poster”. Pada intinya, kami ingin berbagi dengan pembaca bagaimana peta-peta dan infografis di NGI kami buat. Saya presentasi mengenai teknis pengolahan data pemetaan, sedangkan Lambok, infografer NGI pun mengenai sisi desain peta dan infografis. Acara dijadwalkan pukul enam sore hingga sembilan malam. Meski begitu, saya dan Lambok sudah hadir di sana sejak pukul tiga sore, begitu pula dengan peserta workshop hari pertama. Kami memang janjian untuk menyusun presentasi kegiatan kemarinnya.

Sore itu hujan menguyur Jogja cukup lebat. Kekhawatiran akan kehadiran peserta muncul, mengingat waktu yang disediakan memang kurang cocok untuk sebuah workshop pemetaan, ditambah hujan tidak kunjung reda. 150an peserta yang sudah terdaftar di list panitia, jumlah yang jauh melebihi harapan saya. Ada yang masyarakat umum, mahasiswa geografi, geodesi, dan desain juga guru, hingga dosen kartografi. Mereka tidak semua berasal dari Jogja, ada yang dari Solo, Klaten, juga Magelang. Bahkan ada seorang peserta anggota forum yang berasal dari Lampung datang ke Jogja untuk acara ini. Lengkap sudah kekhawatiran bila tidak dapat memberikan sesuai yang diharapkan. Malam sebelumnya, seorang calon peserta asal Medan kami sarankan untuk tidak datang. Tunggu saja kehadiran kami di Medan ya Bang.. ;)

Acara pun dimulai tepat pukul setengah tujuh malam. Presentasi ditampilkan halaman perhalaman. Saat menyiapkannya, saya coba menduga pertanyaan apa saja yang mungkin akan diajukan mengenai pembuatan peta di NGI. Seperti, apa arti peta untuk NGI, langkah-langkah pembuatan peta dan poster di NGI, hingga tips mengumpulkan data pemetaan. Lanjut ke Lambok, presentasi lebih menarik lagi. Lambok menampilkan salah satu contoh pembuatan peta mulai dari tampilan kasar hingga siap cetak. Pembuatan infografis, rapat desain, hingga fokus perhatian pada poster. Diskusi pun berlanjut dengan tanya jawab hingga presentasi dari peserta hari sebelumnya.

Masih banyak peserta yang ingin mengajukan pertanyaan saat acara terpaksa diakhiri pukul setengah sepuluh malam. Foto bersama pun dilakukan. Kumpul-kumpul tak lengkap rasanya tanpa foto bersama. Meski berjalan dengan persiapan yang mepet, jumlah dan semangat peserta kegiatan ini cukup membesarkan hati saya. Tidak hanya saya, Lambok pun membenarkannya. Redaksi memang menugaskan kami berdua untuk menghadiri workshop ini.

Dirunut ke belakang, rencana workshop pemetaan ini baru tercetus pada minggu pertama Januari. Saat itu, Bayu Dwi Mardana—juragannya divisi peta NGI, mengajukan kegiatan ini kepada Mas Didi dan Mas Yunas guna mengisi rangkaian kegiatan Pameran Kompas Gramedia di JEC. Restu dikantongi, koordinasi pun dilakukan ke Om Purwo dan Mas Adit, para ujung tombak event NGI. Namun, kekuatan terbesar datang dari para rekan anggota forum NGI regional Jogja. Dengan segala dukungannyalah kegiatan ini dapat berjalan. Keramahan dan semangat hingga akhir acara seakan tak terhapuskan. Untuk itu, mewakili Redaksi NGI, kami angkat topi untuk Jogja.

Foto-foto courtesy Member Forum NGI.

Posted in Uncategorized | Tagged: | 21 Comments »

WebGIS Pemilu 2009

Posted by Danu Pujiachiri on April 8, 2009

Akhirnya, webgis pemilu akan diluncurkan. Namun, sepertinya kita harus menunggu hingga Pemilu berlangsung untuk melihatnya. Yap, ga nunggu lama kok, besok situs http://webgis.kpu.go.id akan bisa diakses.

Untuk sementara, lebih baik berkunjung ke http://webgis2009.wordpress.com. Blog para pembuat webgis tersebut. Semoga sukses memberikan informasi spasial esok hari..

*servernya pasti kuat sekali ya.. :)


Posted in Webmapping | No Comments »

Webmapping di Indonesia

Posted by Danu Pujiachiri on March 17, 2009

Membicarakan pemetaan di blog, sepertinya wajib membahas webmapping. Untuk pengertian webmapping itu sendiri, mungkin bisa dilihat tulisan Buana Katulistiwa ini. Kini, perkembangan pemetaan internet tidak hanya lagi menampilkan peta saja, namun mampu pula melakukan perubahan, penambahan dan analisa data. Dari webmapping kini mengarah pada webgis, meski menurut saya istilah tersebut mirip. Read the rest of this entry »

Posted in Webmapping | 11 Comments »

Salam

Posted by Danu Pujiachiri on March 17, 2009

Situs NGI sudah kembali. Aplikasinya terus bertambah, meski masih terus disempurnakan. Mulai dari Sajian Utama, Interaktif, Fotokita dan tidak ketinggalan, Blog. Situs tanpa blog sepertinya menjadi kurang meriah, bahkan situs berita sekalipun.

Minggu lalu, saya pun didaulat untuk mengelola salah satu blog oleh Pak Admin. Blog bertema pemetaan dengan nama Peta Mania. Mengapa peta mania? Karena saya tidak pandai merangkai kata. Wiis, ga usah dibahas. :p

Salam untuk semua, para peta mania, yang saya yakin tidak sedikit jumlahnya. Salam!

Posted in Uncategorized | Tagged: | 1 Comment »